Kegiatan KKL : Seminar International di Dalam Negeri

August 9th, 2019 Comments off

Berikut ini disampaikan beberapa Seminar Internasional di dalam negeri yang dapat dipakai sebagai Kegiatan Lapangan KKL.

a) Universitas Riau International Conference on Science and Environment 2019
full paper deadline: 10 Agustus 2019 (pelaksanaan seminar 10 September 2019)

b) 1st Borobudur International Symposium on Applied Sciences and Engineering
abstract deadline: 9 September 2019 (pelaksanaan seminar 30 Oktober 2019)

c) 3rd Endinamosis: International Conference on Rural Development and Community Empowerment
abstract deadline: 16 September 2019 (pelaksanaan seminar 2-3 Nopember 2019)

d) The Third International Conference on Innovation in Engineering and Vocational Education (ICIEVE 2019)
abstract deadline: 6 Oktober 2019 (pelaksanaan seminar 15 Desember 2019)

Bagi yang tertarik untuk mengikuti salah satu dari seminar di atas, harap berkoordinasi dengan dosen koordinator KKL dan dosen pembimbing skripsi

Categories: K K L Tags:

Form KKL yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa

August 7th, 2019 Comments off

Form yang harus disiapkan oleh mahasiswa:

1. Form persetujuan orang tua (KKL-02). Form ini harus diisi dan ditandatangani oleh orang tua dan dosen pembimbing kegiatan lapangan serta diserahkan ke dosen koordinator KKL sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan

2. Form bukti kehadiran di kegiatan lapangan (KKL-05). Form ini harus ditandatangani oleh dosen pembimbing kegiatan lapangan yang mewakili PWK UB dan lembaga penyelenggara kegiatan lapangan. Form ini harus diserahkan ke dosen koordinator KKL setelah kegiatan lapangan berakhir.

Form-form ini dapat diperoleh dengan menghubungi dosen koordinator KKL

Categories: K K L Tags:

Persyaratan umum dan khusus KKL

August 7th, 2019 Comments off

1. Umum
• KKL bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar mampu mengetahui dan memahami praktek perencanaan yang berkelanjutan pada negara-negara maju / berkembang, serta dapat mengadopsinya dalam perumusan strategi perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah dan perkotaan.
• KKL terdiri dari kegiatan lapangan dan kuliah.
• Kegiatan lapangan dapat berupa studi banding di luar negeri, kuliah singkat atau pelatihan di dalam dan luar negeri, program pertukaran pemuda atau pelajar ke luar negeri, kompetisi ilmiah di dalam atau di luar negeri, atau seminar internasional di dalam dan luar negeri.
• Kegiatan perkuliahan diikuti setelah mahasiswa memprogram mata kuliah KKL. Bentuk kegiatan perkuliahan berupa tatap muka dengan forum kuliah dan dosen pengampu MK KKL, presentasi, penyusunan laporan dan evaluasi.

2. Bentuk kegiatan lapangan
• Studi banding ke institusi pendidikan atau perencanaan di luar negeri. Kegiatan ini berupa kunjungan ke institusi pendidikan atau perencanaan untuk membahas atau diskusi mengenai pendidikan bidang PWK dan penerapan konsep-konsep perencanaan di negara setempat.
• Kuliah singkat di luar negeri atau pelatihan di luar negeri di dalam / luar negeri. Kegiatan ini berupa perkuliahan singkat atau pelatihan yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan atau perencanaan di luar negeri atau lembaga internasional lainnya yang relevan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa/i memperoleh materi akademik bidang PWK yang disampaikan melalui perkuliahan, diskusi, kunjungan lapangan atau kegiatan penunjang lainnya yang relevan.
• Program pertukaran pemuda atau pelajar ke luar negeri. Program ini diselenggarakan oleh institusi internasional bidang kepemudaan yang fokus mengenai peranan pemuda dalam menyelesaikan permasalahan sosial budaya, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, peserta berperan serta aktif dalam membagikan ide atau pemikiran dengan peserta dari negara lain terkait topik tertentu dalam bentuk diskusi panel, seminar atau kampanye.
• Kompetisi ilmiah atau iptek tingkat internasional di dalam dan luar negeri. Kegiatan ini berupa sayembara bidang ke-PWK-an atau pengelolaan / perancangan lingkungan yang diselenggarakan secara internasional. Bentuk kegiatannya dapat berupa kompetisi karya ilmiah (karya tulis / makalah) atau produk rencana / rancangan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempergunakan analisis yang komprehensif dan dapat dikerjakan secara perorangan atau berkelompok.
• Seminar internasional di dalam dan luar negeri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa secara perseorangan melakukan presentasi dan diskusi mengenai makalah yang dilakukan dalam bahasa asing. Mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk melakukan publikasi ilmiah dan memperluas wawasan melalui diskusi dengan peserta lain.

3. Persyaratan umum MK KKL
• Telah menempuh minimal 90 sks
• Materi kegiatan lapangan KKL harus berhubungan dengan bidang perencanaan wilayah dan kota serta mencerminkan penggunaan bahasa asing secara aktif.
• Kegiatan lapangan harus mendapatkan kelayakan dari dosen koordinator KKL (Form KKL-01). Kelayakan kegiatan lapangan yang diajukan dalam KKL harus menyertakan letter of acceptance / kerangka acuan kerja / proposal / silabus / brosur call of paper dari kegiatan tersebut.
• Keikutsertaan dalam kegiatan lapangan harus mendapatkan persetujuan dari orangtua atau wali (Form KKL-02)
• Pelaksanaan kegiatan lapangan harus dibimbing atau didampingi oleh dosen PWK UB. Dalam kegiatan lapangan, dosen pembimbing dapat ikut serta ke lokasi kegiatan atau hanya memantau.
• Dalam penunjukan dosen pembimbing (Form KKL-03) dan surat pengantar visa (Form KKL-04) harus melampirkan letter of acceptance dari institusi penyelenggara kegiatan.
• Mahasiswa/i diperbolehkan memprogram MK KKL selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah kegiatan lapangan selesai
• Mahasiswa/i diperbolehkan untuk melakukan kegiatan lapangan secara berkelompok atau perseorangan. Bagi yang melakukan secara berkelompok, masing-masing anggota kelompok harus menyusun laporan secara perseorangan dengan topik yang spesifik
• Setelah kegiatan KKL berakhir, mahasiswa harus membuat bukti kehadiran mahasiswa yang ditandatangai oleh dosen pembimbing dari PWK-UB dan pembimbing dari instansi yang memfasilitasi kegiatan (form KKL-04)
• Tidak diperkenankan untuk mengajukan pembimbingan KKL setelah kegiatan lapangan berakhir

4. Persyaratan khusus
a. Studi banding ke institusi pendidikan atau perencanaan di luar negeri.

• Instituti yang dikunjungi relevan di bidang perencanaan wilayah dan kota yang berlokasi di luar negeri
• Dalam pengajuan kelayakan kegiatan (Form KKL-01), harus melampirkan proposal kegiatan yang menjelaskan tujuan kegiatan dan rencana kegiatan (itinerary) dan informasi lainnya yang relevan.
• Kegiatan studi banding dapat berupa perkunjungan ke proyek yang relavan di bidang PWK, misalnya proyek pembangunan MRT, smart city, dan lain sebagainya.
• Kegiatan lapangan dapat dikerjakan secara berkelompok oleh beberapa mahasiswa peserta KKL, tetapi masing-masing peserta harus membuat laporan secara perseorangan.

b. Kuliah singkat di luar negeri atau pelatihan di luar negeri di dalam / luar negeri.
• Kegiatan diselenggarakan atau difasilitasi oleh institusi pendidikan atau organisasi internasional yang berlokasi di luar negeri.
• Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di dalam negeri harus diselenggarakan oleh atau bekerja sama dengan institusi internasional yang relevan.
• Topik pelatihan yang diijinkan sebagai kegiatan lapangan KKL adalah mengenai konsep atau strategi perencanaan wilayah atau perkotaan.
• Topik pelatihan mengenai metode analisis atau tutorial aplikasi program komputer tidak diijinkan sebagai kegiatan lapangan KKL
• Dalam pengajuan kelayakan kegiatan (Form KKL-01), harus melampirkan silabus kegiatan.
• Bentuk kegiatan lapangan dapat berupa pemberian kuliah di ruangan kelas, atau juga dapat berupa workshop, seminar yang diselenggarakan secara internal dan kunjungan ke lokasi yang relevan dengan topik studi.
• Kegiatan lapangan dapat dikerjakan secara berkelompok oleh beberapa mahasiswa peserta KKL, tetapi masing-masing peserta harus membuat laporan secara perseorangan.

c. Program pertukaran pemuda atau pelajar ke luar negeri.
• Kegiatan diselenggarakan oleh institusi internasional yang relevan di bidang kepemudaan.
• Dalam pengajuan kelayakan kegiatan (Form KKL-01), harus melampirkan leaflet pendaftaran dan proposal kegiatan yang menjelaskan tujuan kegiatan dan rencana kegiatan (itinerary).
• Kegiatan lapangan dilaksanakan secara perseorangan
• Topik kegiatan atau presentasi yang diangkat harus sesuai dengan bidang ke-PWK-an, misalnya topik mengenai lingkungan hidup, pembangunan berkelanjutan, energi dan lain sebagainya.

d. Kompetisi ilmiah atau iptek tingkat internasional di dalam dan luar negeri
• Kegiatan dapat dilaksanakan di dalam atau di luar negeri yang diselenggarakan oleh oleh institusi bereputasi yang relevan di bidang pengembangan iptek.
• Yang dipersyaratkan sebagai kegiatan lapangan adalah keikutsertaan mahasiswa dalam proses kompetisi yang didalamnya mencakup proses kreasi, analisis, presentasi dan diskusi yang pelaksanaannya sudah melibatkan forum internasional. Kemenangan dalam kompetisi tidak dipersyaratkan sebagai kegiatan lapangan.
• Kompetisi diselenggarakan secara internasional yang dibuktikan dengan publikasi pendaftaran secara daring dan diikuti oleh minimal 2 peserta dari luar negeri.
• Dalam pengajuan kelayakan kegiatan (Form KKL-01), harus melampirkan leaflet pendaftaran dan proposal kompetisi.
• Kompetisi ilmiah harus mendapatkan pembimbingan dari minimal satu orang dosen PWK sejak tahap penyusunan proposal
• Kompetisi dapat dikerjakan secara berkelompok oleh beberapa mahasiswa peserta KKL, tetapi masing-masing peserta harus membuat laporan perseorangan.

e. Seminar internasional di dalam dan luar negeri
• Kegiatan dapat dilaksanakan di dalam atau di luar negeri yang diselenggarakan oleh institusi bereputasi baik yang relevan di bidang pengembangan iptek.
• Seminar diselenggarakan secara internasional yang dibuktikan dengan publikasi pendaftaran secara daring.
• Dalam pengajuan kelayakan kegiatan (Form KKL-01), harus melampirkan leaflet call for paper.
• Seminar internasional atau presentasi dilakukan secara perseorangan dimana satu makalah hanya bisa dipergunakan untuk KKL bagi satu orang mahasiswa.
• Seminar internasional sebagai kegiatan lapangan mensyaratkan presentasi dan diskusi yang dilaksanakan oleh peserta mahasiswa
• Makalah dapat disusun oleh dosen PWK UB dan menugaskan mahasiswa peserta kegiatan lapangan untuk melaksanakan presentasi dan diskusi dalam seminar internasional.
• Dalam hal makalah disusun oleh mahasiswa peserta kegiatan lapangan KKL, penyusunan makalah harus dibimbing oleh seorang dosen PWK UB. Makalah harus mencantumkan nama dosen pembimbing.
• Makalah akan termuat dalam publikasi seminar yang dapat berupa proseding cetak (proseding abstrak atau full paper) atau proseding daring atau jurnal.

5. Proses dalam MK KKL
a. Kegiatan lapangan dapat dilakukan sebelum memprogram MK KKL atau saat semester berjalan MK KKL. Persyaratan untuk melakukan kegiatan lapangan dapat dilihat pada persyaratan umum dan khusus.
b. Pelaksanaan kegiatan lapangan sebelum memprogram MK KKL dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
• Mahasiswa (perseorangan atau berkelompok) mengajukan kelayakan kegiatan dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan. Apabila dinyatakan memenuhi syarat, dosen koordinator akan menandatangani form KKL-01.
• Form KKL-01 akan menjadi dasar persetujuan orang tua (form KKL-02) dan penunjukan dosen pembimbing (form KKL-03). Form KKL-03 ditandatangani oleh dosen pembimbing dan Ketua Jurusan PWK dengan melampirkan form KKL-02.
• Bagi kegiatan lapangan di luar negeri, Jurusan akan mengeluarkan Surat Pernyataan (form KKL-04) yang dipergunakan untuk mengajukan Visa. Form KKL-04 dapat diterbitkan setelah menerima letter of acceptance atau korespondensi yang menyatakan bahwa mahasiswa/i telah diterima sebagai peserta kegiatan.
• Sebelum keberangkatan, seluruh peserta kegiatan lapangan di luar negeri wajib untuk melaksanakan persiapan keberangkatan yang dipandu oleh dosen pembimbing dan dosen pengampu MK KKL
• Setelah kegiatan lapangan berakhir (baik kegiatan di dalam dan luar negeri), peserta kegiatan lapangan wajib menyusun bukti kehadiran (form KKL-05) yang ditandatangani oleh dosen pembimbing (dosen pembimbing dari PWK UB dan dari instansi pelaksana kegiatan) dan dosen koordinator KKL.
• Memprogram MK KKL
c. Pelaksanaan kegiatan lapangan setelah memprogram MK KKL dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
• Memprogram KKL
• Mengajukan kelayakan KKL dan melaksanakan kegiatan lapangan sesuai urutan pada point b.
d. Kegiatan dalam Mata Kuliah KKL antara lain:
• Mata Kuliah KKL diselenggarakan dalam bentuk perkulihan tatap muka, penyusunan laporan, presentasi dan evaluasi
• Dosen pembimbing bertugas untuk mendampingi penyusunan laporan dan memberi penilaian laporan (form KKL-06).
• Dosen pengampu KKL bertugas untuk memberi kuliah tatap muka dan memberi evaluasi melalui presentasi (form KKL-07)
• Setelah dinyatakan lulus MK KKL, mahasiswa akan menerima sertfikat.

Categories: K K L Tags:

Pengembangan konsep rancangan

May 3rd, 2019 Comments off
Categories: PERANCANGAN KOTA Tags:

MAP 01 – 2019

April 15th, 2019 Comments off
Categories: MAP 01 Tags:

Perencanaan dan Manajemen Lingkungan 2019

April 5th, 2019 Comments off

MTP S2 2019

April 4th, 2019 Comments off

Cultural Impact Assessment

Morfologi-Space syntax

Berikut ini saya sampaikan tugas dengan waktu pengumpulan adalah 10 Mei 2019
Tugas Mata Kuliah MTP – Magister

Categories: MAGISTER PWK Tags:

Historic Urban Landscape – 2019

March 25th, 2019 Comments off

Berikut ini saya sampaikan bahan kuliah mengenai HUL. Untuk text book, harap baca buku “Reconnecting the cities: The historic urban landscape approach and the future of urban heritage”, bab 03, 09 & 10

Terima kasih

Perancangan Kota – HUL 2019

Categories: PERANCANGAN KOTA Tags:

Pengelolaan DAS 2019

February 20th, 2019 Comments off
Categories: PERENCANAAN DAS Tags:

Analisis coding

February 14th, 2019 Comments off

Berikut ini saya sampaikan materi mengenai teknik analisis coding dengan penekanan pada “first cycle coding method”.

Analisis kualitatif – coding

Referensi
Saldana. 2013. The coding manual for qualitative researchers. Sage Publications ltd.

Categories: KOLOKIUM dan SKRIPSI Tags: