Archive

Archive for the ‘LABORATORIUM’ Category

Autodesk FORMIT – Solusi grafis dalam desain lingkungan binaan

November 29th, 2014 No comments

Saat ini desain lingkungan binaan (bangunan dan kawasan) dipermudah dengan keluarnya aplikasi opensource FORMIT. Aplikasi ini diproduksi oleh Autodesk dan dapat dipergunakan mempergunakan gatget berbasis IOS (Apple – Ipad dan Iphone) dan Android. Meskipun begitu, aplikasi ini juga dapat dinikmati mempergunakan komputer desktop berbasis Windows dan Macintosh dalam versi beta

Logo autodesk formit

Fungsi dari aplikasi ini mirip dengan Google SketchUP baik dari segi teknik penggambaran maupun hasil. Perbedaan mendasar aplikasi FORMIT dengan aplikasi desain 3D sejenis adalah sifatnya yang opensource (tak berbayar) dan adanya mekanisme penyimpanan data proyek mempergunakan teknologi Cloud melalui Autodesk 360. Selain dipergunakan untuk menggambar dalam format 3D, kita juga dapat mensimulasikan efek penggunaan material dan pencahayaan serta integrasi dengan citra satelit.

Formit 1

Formit 2

Tutorial penggunaan aplikasi FORMIT dapat diakses dari web AUTODESKFORMIT.COM
Aplikasi opensource versi beta dibuka dengan mempergunakan broser firefox (versi windows atau mac) dengan cukup membuka BETA-AUTODESKFORMIT.COM. Tentunya aplikasi Formit versi beta ini hanya dapat dibuka dengan koneksi internet.

Selamat mencoba !!!

Categories: KOMPUTASI SPASIAL, LABORATORIUM Tags:

PEDOMAN SURVEY AKTIVITAS

Berikut ini saya sampaikan pedoman kerja survey aktivitas dan file kerja atas kegiatan penelitian :
“The Role of Urban Public Space in Developing Social Network
of Fast Growth City”

Pedoman survey aktivitas dan file kerja

Pembekalan surveyor aktivitas dan land use

Categories: LABORATORIUM Tags:

KOLEKSI MAKALAH

Berikut ini saya sampaikan sebagian koleksi makalah, untuk memperluas wawasan dan memperdalam topik penelitian.

Semoga bermanfaat.

AESTHETIC
MIXED USE vs HUMAN BEHAVIOUR 01
MIXED USE vs HUMAN BEHAVIOUR 02
SOCIAL INTERACTION and PUBLIC SPACE 01
SOCIAL INTERACTION and PUBLIC SPACE 02
SPACE SYNTAX vs PEDESTRIAN ACTIVITY
SPACE SYNTAX vs SECURITY

Categories: LABORATORIUM Tags:

Modul 01 SPACE SYNTAX : Metodologi dasar space syntax dalam analisis konfigurasi ruang

Morfologi merupakan komponen lingkungan binaan yang muncul sebagai respon atas pertanyaan mengenai proses terbentuknya kota. Salah satu bagian penting dari diskursus mengenai morfologi adalah konsep konfigurasi ruang. Seiring dengan perkembangan teknologi, konsep konfigurasi ruang telah berkembang menjadi teori dan metodologi dalam analisis hubungan ruang. Ben Hillier dan Juliene Hanson (1984) memperkenalkan space syntax sebagai salah satu pendekatan yang efektif dan efisien dalam analisis konfigurasi ruang.

Modul ini membahas konsep dan metodologi dasar space syntax dalam analisis konfigurasi ruang. Pembahasan antara lain mencakup konsep dan teori dasar space syntax, ketiga dimensi space syntax yaitu connectivity, integrity dan intelligibility. Pembahasan mengenai dimensi space syntax ini dilengkapi dengan contoh perhitungan secara manual dan contoh hasil analisis mempergunakan aplikasi Depthmap v.10. Untuk melengkapi pembahasan mengenai konsep ruang dalam space syntax, modul ini dilengkapi teori mengenai axial line dan algoritma pembentuknya.

Modul 01 space syntax – metodologi dasar space syntax REVISI

Software open source ‘Depthmap’ dan modul selengkapnya dapat diperoleh dari website Space Syntax Network.

Categories: ARTIKEL, LABORATORIUM Tags:

PKM MABA 2014

January 19th, 2014 No comments

Untuk mensukseskan Kompetisi PKM Maba 2014, diharapkan peran serta para mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Brawijaya untuk terlibat dengan menyusun proposal.

Proposal harap dikumpulkan selambatnya tanggal 30 Januari 2014. Informasi mengenai kelengkapan proposal dan persyaratan lainnya dapat dipelajari dari link di bawah ini.

PKM MABA 2014

Categories: LABORATORIUM Tags:

TEMA PENELITIAN SKRIPSI

December 21st, 2013 No comments

Penelitian yang saya jalani berada di bawah payung perancangan kota dengan topik pokok seputar permasalahan mengenai ruang publik. Ruang publik sebagai manifestasi dari ruang luar menjadi penting karena mengartikulasikan ruang dengan kemajemukan fungsi, karakteristik dan tuntutan akan peranannya sebagai wadah aktivitas.

Ruang Publik sebagai pokok permasalahan dikembangkan menjadi beberapa tema penelitian dengan uraian sebagai berikut :

1. Making the community.
Tema ini membahas mengenai peranan ruang publik sebagai salah satu komponen yang berperan dalam membentuk struktur sosial dalam suatu komunitas. Ruang publik yang responsif memungkinkan untuk terjadinya interaksi sosial yang pada akhirnya akan memberikan makna dan place attachment dalam suatu komunitas. Demokratis kemudian menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan sifat ruang memungkinkan adanya keterlibatan beragam pelaku membentuk interaksi dan modal sosial. Tema ini mewadahi kajian terkait peranan ruang publik dalam membentuk jejaring sosial (social network) salah satu pendekatan modal sosial (social capital network based approach) dan pemerataan pemanfaatan ruang dengan gender sebagai isu sentral.

2. Area vitality
Fungsi merupakan komponen yang menjelaskan bagaimana ruang menjadi aktif dan vital. Ruang publik yang aktif akan menghindari terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dan pada akhirnya dapat meningkatkan nilai sosial dan properti suatu kawasan. Land use dan morfologi menjadi kata kunci dalam menyelidiki aspek fungsionalisasi kawasan. Mixed land use telah lama dipercaya sebagai salah satu komponen fungsional yang berperan dalam mewujudkan vitalitas kawasan perkotaan sementara morfologi menjelaskan bagaimana ruang terintegrasi dan memberi kemudahan bagi pergerakan dan akses.

3. Enhancing the historical area
Tema ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana perwujudan ruang publik dan vitalitas kawasan berperan membentuk persepsi dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian kawasan bersejarah. Nilai sejarah dianggap sebagai komponen alamiah yang “given” dan kajian lebih dititikberatkan pada lingkup pengkajian aspek spasial dari kawasan. Perwujudan ruang publik dapat ditelusuri dengan mempelajari dimensi karakternya sementara vitalitas dapat dipelajari melalui pendekatan fungsional dan perilaki. Pendekatan persepsi dapat dipergunakan untuk mengeksplorasi ide dan sistem pemaknaan yang dimiliki pengunjung untuk menemukan place attachment yang mengikat responden terhadap ruang dan kawasan yang bernilai sejarah.

4. Spatial tradition.
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan tradisi. Kekayaan ini terwujud dalam ruang sebagai artefak yang dikelola mempergunakan seperangkat tata aturan adat yang lebih dikenal sebagai kearifan lokal. Kajian pada tema ini menekankan pemanfaatan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pola pemanfaatan ruang luar oleh komunitas tradisional dan seperangkat aturan adat yang mengaturnya. Tujuan utama dari kajian ini adalah menemukan pola dan struktur ruang serta pemanfaatannya untuk memperkaya pengetahuan akan kearifan ruang dalam pemanfaatan ruang.

5. Connecting the green open space.
Ruang terbuka hijau telah menjadi kebutuhan pokok pada komunitas perkotaan, dengan fungsi yang beragam, mulai dari fungsi ekologis, kesehatan, psikologis, estetika dan sosial. Permasalahan dalam pengadaan RTH kemudian menjadi semakin kompleks karena ruang ini harus diintegrasikan dalam struktur ruang kawasan yang juga memiliki permasalahan spesifik. Kajian ini mencoba memandang RTH sebagai bagian dari struktur dan pola ruang yang harus dikoneksikan dengan pola ruang di sekitarnya dalam radius jangkauan yang layak untuk dicapai dengan berjalan kaki. Pada akhirnya, pengadaan RTH tidak hanya sebatas penataan dan desain lansekap, tetapi juga penataan sarana dan prasarana yang mendukung kemudahan pencapaian.

Categories: LABORATORIUM Tags:

GOOD PUBLIC SPACE INDEX, Teori dan Metode

November 10th, 2013 2 comments

ABSTRAK
Pengamatan dan analisis terhadap pengguna dan perilaku pengguna ruang luar dapat
dikembangkan sebagai salah pendekatan dalam kajian ruang publik terutama untuk menilai
respon pengguna ruang terhadap kualitas ruang publik. Carr et al (Carmona et al, 2003:13)
berpendapat bahwa ruang publik yang baik harus memiliki tiga nilai intrinsik yaitu
demokratis, bermakna dan responsif. Carmona et al (2003:124) dan Parkinson (2012:51)
menguraikan bahwa satu aspek penting dalam ruang publik yang demokratis adalah
tersedianya aksesibilitas yang baik. Dengan aksesibilitas yang baik, akan mendorong
pemanfaatan ruang publik oleh pengguna yang beragam. Keberagaman pengguna ini dapat
diukur dari keberagaman gender, usia dan beberapa karakteristik lainnya. Sebagai ruang
yang responsif, ruang publik harus dapat memberi kenyamanan dan keleluasaan bagai
pemanfaatan dan kegiatan yang beragam. Selain hadirnya aktivitas yang beragam (Shaftoe,
2008:140) intensitas pengguna dapat dipergunakan sebagai tolok ukur ruang publik yang
responsif. Pada akhirnya, keberadaan interaksi sosial melalui terbentuknya kelompok
pengguna ruang, intensifnya penggunaan ruang dan adanya aktivitas yang beragam dapat
menjelaskan bagaimana ruang publik bermakna bagi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Carmona, Heath, Oc Tanner, Tiesdell. 2003. Public places, urban spaces. Architectural
Press.
Carmona M., Magalhaes S., Hammond L. 2008. Public space, the management dimension,
Routledge, Taylor and Francis Group, London and New York.
Hariyadi dan Setiawan. 1995. Arsitektur lingkungan dan perilaku. Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.
Gehl J. 1987. Life between buildings. Van Nostrand Reinhold Company, New York.
Khan, Ajmal. Methodologi for assessing biodiversity.
Parkinson, John. 2012. Democracy and public space. Oxford University Press.
Mehta V. 2007. A toolkit for performance measures of public space. 43rd ISOCARP
Congress 2007
Shaftoe, Henry. 2008. Convivial urban spaces. Earthscan.
Stangor C. 2004. Social groups in action and interaction. Psychology Press, New York.
Zhang dan Lawson. 2009. Meeting and greeting, activities in public outdoor spaces. Urban
Design International Vol. 14, 4, 207–214, www.palgrave-journals.com/udi/

GOOD PUBLIC SPACE INDEX, Teori dan Metode
GOOD PUBLIC SPACE INDEX, contoh worksheet

Categories: ARTIKEL, LABORATORIUM Tags:

Diagram Aktivitas Domestik

DIAGRAM AKTIVITAS

Diagram aktivitas domestik ini berguna untuk menguraikan pola aktivitas dalam suatu keluarga (ayah, ibu, anak dan anggota keluarga lainnya). Dengan mempergunakan jumlah sampel yang tepat, pola aktivitas pada suatu komunitas dapat dipetakan dengan baik.

Pemetaan aktivitas ini dapat dirincikan lagi hingga pada pola pemanfaatan ruang di dalam rumah dan ruang luar, sehingga dapat diketahui bagaimana pola pemanfaatan ruang luar (terutama ruang publik) oleh setiap anggota keluarga.

Dengan mengetahui pola pemanfaatan ruang luar oleh setiap anggota kelaurga dan hasil pemetaan pada behavior map, kemudian dapat disimpulkan secara kualitatif bagaimana pola pemanfaatan ruang publik secara umum terkait aspek kebudayaan dan perilaku.

Categories: LABORATORIUM Tags:

PEMBEKALAN ASISTEN 01

January 30th, 2013 No comments
Categories: LABORATORIUM Tags: