Author Archives: Johannes Parlindungan

Pedoman Kegiatan Lapangan KKL mahasiswa PWK Universitas Brawijaya

Penjelasan umum
– KKL bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar mampu mengetahui dan memahami praktek perencanaan yang berkelanjutan pada negara-negara maju / berkembang, serta dapat mengadopsinya dalam perumusan strategi perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah dan perkotaan.
– KKL terdiri dari kegiatan lapangan dan kuliah.
– Kegiatan lapangan dapat berupa studi banding di luar negeri, kuliah singkat / public lecture atau pelatihan di dalam dan luar negeri, program pertukaran pemuda atau pelajar ke luar negeri, kompetisi ilmiah di dalam atau di luar negeri, atau seminar internasional di dalam dan luar negeri.
– Kegiatan perkuliahan diikuti setelah mahasiswa memprogram mata kuliah KKL. Bentuk kegiatan perkuliahan berupa tatap muka dengan forum kuliah dan dosen pengampu MK KKL, presentasi, penyusunan laporan dan evaluasi.

Pedoman
Dalam masa pandemi covid-19, program studi S1 PWK UB menerapkan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan lapangan yang tidak memperbolehkan mahasiswa untuk melakukan perjalanan dan pertemuan secara fisik. Pedoman dapat diunduh dalam link ini.

The 5th International Conference Planning in The Era of Uncertainty (the 5th ICPEU 2021)

Regional and Urban Planning Department, Engineering Faculty, Universitas Brawijaya holds The 5th International Conference Planning in The Era of Uncertainty (the 5th ICPEU 2021) with a general theme: Rural-Urban Connectivity, and three topics:
1. Smart and green spatial infrastructure
2. Creative human settlement and sustainable urban development
3. Approaches for resilient regional development

Important dates:
Deadline for extended abstract: 28 Mei 2021
Deadline for full paper: 25 Juni 2021
Conference date: 19 Juli 2021
Venue: Online

Other important information and registration can be accessed through the conference website http://icpeu.teknik.ub.ac.id/

Leaflet The 5th ICPEU 2021

Seminar Internasional The 5th International Conference Planning in The Era of Uncertainty (The 5th ICPEU 2021)

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar internasional The 5th International Conference Planning in The Era of Uncertainty (the 5th ICPEU 2021) dengan tema umum Rural-Urban Connectivity dan tiga topik:
1. Smart and green spatial infrastructure
2. Creative human settlement and sustainable urban development
3. Approaches for resilient regional development

Tanggal-tanggal penting:
Batas extended abstract: 28 Mei 2021
Batas full paper: 25 Juni 2021
Pelaksanaan conference: 19 Juli 2021

Conference akan dilaksanakan secara daring.
Informasi penting lainnya dan pendaftaran dapat diakses pada website conference http://icpeu.teknik.ub.ac.id/

Leaflet The 5th ICPEU 2021

Autodesk FORMIT – Solusi grafis dalam desain lingkungan binaan

Saat ini desain lingkungan binaan (bangunan dan kawasan) dipermudah dengan keluarnya aplikasi opensource FORMIT. Aplikasi ini diproduksi oleh Autodesk dan dapat dipergunakan mempergunakan gatget berbasis IOS (Apple – Ipad dan Iphone) dan Android. Meskipun begitu, aplikasi ini juga dapat dinikmati mempergunakan komputer desktop berbasis Windows dan Macintosh dalam versi beta

Logo autodesk formit

Fungsi dari aplikasi ini mirip dengan Google SketchUP baik dari segi teknik penggambaran maupun hasil. Perbedaan mendasar aplikasi FORMIT dengan aplikasi desain 3D sejenis adalah sifatnya yang opensource (tak berbayar) dan adanya mekanisme penyimpanan data proyek mempergunakan teknologi Cloud melalui Autodesk 360. Selain dipergunakan untuk menggambar dalam format 3D, kita juga dapat mensimulasikan efek penggunaan material dan pencahayaan serta integrasi dengan citra satelit.

Formit 1

Formit 2

Tutorial penggunaan aplikasi FORMIT dapat diakses dari web AUTODESKFORMIT.COM
Aplikasi opensource versi beta dibuka dengan mempergunakan broser firefox (versi windows atau mac) dengan cukup membuka BETA-AUTODESKFORMIT.COM. Tentunya aplikasi Formit versi beta ini hanya dapat dibuka dengan koneksi internet.

Selamat mencoba !!!

Ratih Novi Listyawati (salah satu lulusan tercepat PWK-UB angkatan 2010)

DATA DIRI

Nama : Ratih Novi Listyawati
NIM : 105060600111051
Kota asal : Jember
Judul skripsi : Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Sebagai Energi Alternatif Skala Rumah Tangga di Desa Tegalweru
Lulus tahun : 2014

RATIH

PENGALAMAN

Kegiatan Proyek Profesional
•Penyusunan AMDAL Komplek Marina Kuta, Kabupaten Lombok Tengah (2013)
•Penyusunan Dokumen UKL-UPL Bangunan Pengendali Sedimen Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah (2013)
•Penyusunan Dokumen RDTRK Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (2013)
Beasiswa
•Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dari DIKTI Periode 2011-2012 dan Periode 2012-2013
•Beasiswa Anugerah Riset Sobat Bumi dari Pertamina Foundation Tahun 2013
Publikasi Ilmiah
The 4th International Conference on Sustainable Future for Human Security – SUSTAIN 2013 (October 19-21, 2013 in Kyoto University, Japan)

TESTIMONI

Motivasi saya dalam mengejar kelulusan sebenarnya adalah keyakinan saya sendiri bahwa semakin cepat meyandang gelar ST, semakin cepat pula saya bisa membahagiakan orangtua dan untuk menjadi peringkat terbaik adalah sebuah bonus, bonus dari kerjakeras. Karena saya yakin setiap usaha dan kerja keras sekecil apa pun akan terbayar lunas dengan apa yang kita inginkan, cepat atau lambat. Jangan pernah takut untuk bermimpi menjadi mahasiswa terbaik. Saya pun sempat menuliskan semua mimpi-mimpi saya pada sebuah buku. Walau awalnya saya sangsi akan terwujud, tapi semua mimpi yang saya tulis perlahan menjadi sebuah coretan, coretan yang berarti bahwa mimpi tersebut telah menjadi nyata. Seperti mimpi saya untuk menginjakkan kaki di Negeri Sakura. Tak hanya dalam buku, saya pun menulisnya di dinding kamar, seperti tulisan “Yokoso Japan”,”Goes to International Conference”,”Welcome to Japan” dan lainnya. Awal masuk kuliah, saya sempat berkomitmen kepada diri saya sendiri “Selagi bisa menjadi mahasiswa ‘luar biasa’, mengapa tidak untuk mengusahakannya? Karena kenikmatan setelahnya akan berahir pada kepuasan dan kebahagiaan kita sendiri”. Percaya atau tidak, motivasi terbaik adalah motivasi yang muncul dari diri sendiri. Karena dari motivasi tersebut, akan muncul sebuah niat, niat akan diiringi oleh usaha dan kerja keras dan perlahan mimpi-mimpi akan terwujud. Tidak lupa pula untuk selalu meminta kemudahan kepada Yang Maha Kuasa untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpi yang Anda miliki. Karena usaha tanpa doa akan berujung pada kesia-siaan semata. Satu hal lagi yang dapat Anda lakukan untuk mengejar kelulusan atau kesuksesan untuk berprestasi adalah dengan memberikan mindset positif di dalam diri. Saya sering sekali mendoktrin pikiran saya dengan hal-hal positif yang akhirnya akan memicu kerja otak dan tenaga untuk mengusahakan apa yang saya inginkan, target yang harus saya penuhi, dan mimpi yang harus saya kejar.

Jurusan PWK-UB adalah jurusan yang banyak diminati oleh masyarakat. Tingginya minat masyarakat terhadap jurusan ini membuat persaingan yang semakin ketat. Dan beruntunglah orang-orang yang masuk di jurusan ini karena jurusan PWK-UB adalah jurusan bagi calon planner sukses, calon-calon pemimpin. Banyak potensi-potensi yang dimiliki PWK UB saat ini. Dosen-dosen yang sebagian besar merupakan lulusan dari luar negeri membuat peluang bagi jurusan untuk berkancah di dunia intenasional. Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan lebih banyak memiliki peluang untuk bersekolah di luar negeri. Tidak hanya itu, selama menjadi mahasiswa, dari pengalaman yang saya miliki, dosen-dosen akan dengan senang hati dalam membantu mahasiswanya untuk dapat mengukir prestasi di dunia internasional seperti konferensi-konferensi tingkat internasional. Dosen-dosen di PWK UB memiliki dedikasi yang tinggi untuk mendorong mahasiswa berprestasi secara akademik maupun non-akademik. Tidak hanya itu, fasilitas yang dimiliki oleh PWK UB pun cukup baik sehingga dapat menunjang aktifitas kuliah dengan baik pula. Dengan potensi dosen yang spektakuler dan dukungan dari fasilitas-fasilitas yang ada, mari manfaatkan potensi tersebut untuk menjadi mahasiswa yang ‘luar biasa’ baik secara akademik maupun non-akademik.

Kendala terbesar yang dihadapi oleh mahasiswa selama perkuliahan dari pengalaman pribadi saya adalah memerangi rasa malas. Rasa malas untuk berkuliah, terutama rasa malas untuk mengerjakan skripsi. Memang masalah malas itu tidak hanya menyerang mahasiswa saja, bahkan orang bekerja dan anak sekolahpun terkadang mengalami kendala yang sama. Banyak cara-cara yang dilakukan untuk memerangi rasa malas, bisa dengan merefresh pikiran sejenak untuk kemudian melanjutkan kembali aktifitas yang produktif. Saya sendiri juga melakukan hal yang sama dalam memerangi rasa malas yang datang. Salah satu cara dari pengalaman pribadi saya untuk memerangi rasa malas adalah dengan membentuk mindset diri sendiri “mengapa harus menunda-nunda mengerjakan? Mengapa harus menunda-nunda untuk lulus? Toh nanti endingnya juga akan mengalami kepusingan yang sama dalam menghadapi skripsi, toh nanti juga akan mengalami pembantaian dari dosen saat seminar hasil dan sidang?” Jadi menunda mengerjakan skripsi atau tugas lainnya berarti Anda HANYA menunda ‘kepusingan’ sesaat yang endingnya juga akan mengalami ‘pusing’. Jadi daripada nanti-nanti pusingnya, lebih baik dikerjakan, ‘pusing’nya cepat hilang dan bersegeralah untuk refreshing. Menunda mengerjakan skripsi sama dengan menunda kelulusan yang berarti Anda juga menunda untuk membahagiakan orangtua Anda, menunda kesempatan dan lowongan kerja yang ada atau bahkan yang Anda inginkan, belum lagi menambah membayar uang SPP dan uang kos. Jadi, selagi bisa mengusahakan untuk lulus cepat, mengapa tidak untuk lulus cepat? Dan satu hal lagi, terkadang kita terlalu menggantungkan pekerjaan kepada orang lain. Percayalah, sesungguhnya apapun yang Anda hasilkan secara mandiri, akan lebih terasa kepuasannya dibandingkan dengan Anda menggantungkan orang lain. Pada akhir perjuangan Anda, Anda akan merasakan “Yeah, I can do it!!!”. Menjadi mahasiswa tidak hanya mengalami masalah kemalasan, urusan pribadi, urusan proyek juga pasti menghantui Anda, bahkan apabila Anda terbawa arus, itu akan menghambat Anda untuk lulus dan berprestasi. Jadi belajarlah profesional dalam menghadapi segala masalah dan tantangan. Masalah pribadi seperti masalah percintaan dan lain sebagainya yang dialami anak muda saat ini, jangan menjadi penghambat untuk berprestasi. Masalah proyek yang begitu besar juga jangan menjadi penghambat untuk berkarir lebih profesional. Be profesional! Karena ini yang akan dijadikan bekal untuk karir Anda setelah berkuliah. Satu hal lagi kendala seorang mahasiswa yang sering saya alami adalah kurang bisa memanajemen waktu. Salah satu cara yang saya lakukan adalah mengutamakan hal yang prioritas dan lebih penting. Ketika Anda memasuki atau ikut di sebuah organisasi, Anda akan mengalami hal ini. Pilihlah yang paling kruisial untuk dikerjakan terlebih dahulu, lalu kerjakan dengan maksimal. Manajemen waktu adalah sebuah resiko yang harus Anda terima apapun konsekuensi dibalik itu semua. Jadi pintar-pintarlah memanage waktu yang Anda miliki untuk dapat memiliki prestasi dan lakukan yang terbaik dari setiap langkah yang Anda putuskan dan Anda lakukan. Beri deadline terhadap diri sendiri di setiap tugas yang harus Anda kerjakan dan lakukan secara disiplin, itu akan mempermudah Anda untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lainnya dengan tepat waktu.

KUNCI KESUKSESAN

Jangan pernah takut bermimpi. Apapun mimpi Anda, PASTI akan terwujud, cepat atau lambat. Tentunya diimbangi dengan motivasi dalam diri Anda, usaha keras dan selalu meminta kepada-Nya untuk diberikan kemudahan dimanapun dan kapanpun Anda berada. Tumbuhkan mindset-mindset positif dalam diri Anda yang nantinya akan memicu Anda untuk berprestasi. Belajarlah untuk profesional menghadapi masalah-masalah sampingan yang Anda hadapi, hal ini akan membuat Anda fokus untuk menggapain apa yang Anda inginkan.

Oleh : Ratih Novi Listyawati (2014)

Agil Harnowo Putra (salah satu lulusan tercepat PWK-UB angkatan 2010)

DATA DIRI

Nama : Agil Harnowo Putra
NIM : 105060600111062
Kota asal : Malang
Judul skripsi : PENENTUAN HARGA OPTIMAL UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK MELALUI EVALUASI SKENARIO DENGAN EMERGY ANALYSIS
Lulus tahun : 2014

AGIL

PENGALAMAN

Kegiatan Proyek Profesional
1.RDTRK KECAMATAN TANA LIA KABUPATEN TANA TIDUNG (ASISTEN PETA) (2013)
2.MASTERPLAN PUSAT PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DI KECAMATAN KANIGORO (ASISTEN LAPORAN)(2014)
Publikasi Ilmiah
EMERGY INDICES OF SCENARIOS FOR ENVIRONMENTALLY FRIENDLY MANURE WASTE MANAGEMENT IN VILLAGE (PROCEEDINGS OF GLOBAL ENGINEERING, SCIENCE, AND TECHNOLOGY CONFERENCE 3-4 OCTOBER. SINGAPORE)

TESTIMONI

Hal yang memotivasi saya didalam perkuliaahaan untuk menejar kelulusan dengan peringkat terbaik adalah sebagai berikut:
1.Orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam motivasi saya untuk mengejar kelulusan dengan peringkat terbaik. Fasilitas yang ditunjang oleh orang tua dan sarana pendukung kuliah yang diterima dari orang tua harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya agar tidak terjadi salah fungsi.
2.Teman teman dan sahabat juga merupakan faktor lain yang berpengaruh untuk memacu saya menjadi lulus dengan predikat seperti itu. Adanya motivasi untuk saling menjadi yang pertama dalam menentukan keuluasan membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk mendahului teman teman saya tanpa melupakan usaha dan kerja keras mereka.
3.Faktor dosen pembimbing dan dosen penguji yang mampu memberi saran dan kritik yang membangun didalam penelitian saya sehingga dalam pengerjaan tugas akhir saya menjadi bersemangat, walaupun ada kritik maupun revisi yang banyak haruslah diterima dengan lapang dada dikarenakan itu semata mata demi kebaikan penelitian saya sendiri.
4.Minat yang besar setelah mengetahui kesempatan kerja yang luas apabila mampu mendalami ilmu perencanaan wilayah dan kota juga menjadi faktor penting dalam memotivasi diri saya sendiri untuk mampu berkembang dan meningkatkan kemampuan saya dalam merencanaankan wilayah dan kota yang ada di Indonesia.
5.Adanya keinginan untuk melanjutkan studi S2 sehingga saya harus mampu mengejar kelulusan dengan predikat terbaik, dengan semakin cepat lulus maka saya semakin percaya diri dan merasa mampu untuk melanjutkan studi saya di S2.

Kendala atau permasalah selalu ada selama masa perkuliahan dan tugas akhir, berikut adalah kendala yang saya alami selama perkuliahan serta tugas akhir dan bagaimana saya menghadapinya:
1.Adanya nilai yang tidak sesuai dengan kerja keras yang telah saya curahkan. Dalam sebuah MKP kita sudah merasa maksimal untuk mengerjakan tugas serta selalu datang setiap perkuliahan namun hasil yang didapat tidak maksimal. Kuncinya terima dengan iklhas dan jika ada waktu dapat kita coba ulang mata kuliah tersebut. Mungkin faktor penilaian dari dosen berbeda dengan apa yang kita nilai. Jangan berkecil hati dan jangan takut untuk mengulang
2.Tugas tugas yang menumpuk menjelang UAS merupakan momok bagi seluruh mahasiswa PWk. Kunci untuk mengatasinya adalah manajemen waktu. Tahu yang mana yang prioritas untuk dikerjakan dulu. Untuk prioritas tugas dapat dilakukan dengan cara menjadwla mana tugas yang deadline paling cepat. Atau tugas mana yang membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Semua harus kita kelompokan.
3.Malas dalam mengerjakan revisi dari dosen mengenai tugas akhir juga sering saya alaim sebagai mahasiswa. Kunci untuk mengatasinya adalah dengan melakukan refreshing atau sekedar berjalan jalan melepas penat. Terkadang kita harus mampu mengatur waktu untuk mengerjakan dan istirahat. Istirahat yang cukup juga menjadi faktor yang penting agar skripsi yang dikerjakan lancar dan tidak mengalami kepanikan atau ketakutan akan tugas akhir dan sidang.

KUNCI KESUKSESAN

Key factor success saya sebagai mahasiswa S1 yang berprestasi :
Keinginan, kerja keras, disiplin, manajemen waktu, orang tua serta sahabat dan teman

Oleh : Agil Harnowo Putra (2014)

LOG SHEET KKN-P

Berikut ini saya sampaikan log sheet yang wajib diisi oleh peserta KKN-P bimbingan saya.
Log sheet ini dipergunakan untuk mencatat perkembangan pekerjaan proyek yang diisi setiap 2 mingguan.
Apabila ada yang tidak dipahami mengenai tata cara pengisiannya, dapat diasistensikan ke saya.

LOG BOOK KKN

BENARKAH PERSATUAN ITU INDAH ? (Belajar mengenai makna Persatuan dari konsep Arsitektur)

Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika yang kira-kira artinya memiliki keberagaman dalam keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebenarnya, apa maknanya? Mengapa kita harus hidup beragam dan apa kenikmatan yang terkandung dalam keberagaman itu? Kemudian yang lebih penting lagi, apakah hidup dalam keberagaman menjanjikan kehidupan yang lebih baik?

Berbicara mengenai persatuan, saya teringat dengan petuah dosen S1 Arsitektur saya yaitu Dr Galih Widjil Pangarsa. Beliau pernah mengatakan bahwa inti dari perancangan arsitektur adalah bagaimana merancang ruang transisi. Ruang antara ini adalah ruang yang menghubungkan ruang publik dan ruang privat (konsep dasar ruang dalam arsitektur). Petuah yang sederhana ini sangat mendalam dan sesungguhnya cukup sulit dipraktekkan (bukan berarti tidak bisa). Saya memahami teori ini sebagai suatu usaha atau konsep untuk menyatukan dua dunia yang berbeda dan keindahan yang hakiki terpancar dari keberhasilan penyatuan ini.

Penyatuan dua atau beberapa elemen yang berbeda membutuhkan pemahaman yang advance mengenai sifat, karakter dan kebutuhan elemen-elemen yang hendak disatukan itu. Tidak jarang banyak desainer yang mengabaikan keperbedaan itu dan melarikan diri dengan membangun konsep perancangan yang mengutamakan single form for single use. Hasilnya, sudah jelas, arsitektur modern mengalami banyak penolakan karena tidak mampu mengakomodir keberagaman masyarakat. Selain itu, teknik artikulasi yang baik sangat diperlukan. Artikulasi merupakan ujung tombak penyatuan elemen-elemen yang beragam ini.

Eko A. Prawoto (1999) dalam kurasi tulisannya menguraikan dengan sangat baik konsep ‘mahakarya’ Romo Mangunwijaya yang salah satunya membahas mengenai artikulasi. Artikulasi atau sederhananya disebut sambungan (joints) merupakan seni untuk menghubungkan elemen yang berbeda seperti material atau ruang dalam suatu keutuhan yang disebut kebenaran. Dalam artikulasi ini terjadi kondisi dialogis antar elemen secara harmonis yang secara ‘telanjang’ memperlihatkan riwayat suatu karya. Dalam pengartikulasian ini, sang perancang ditantang untuk mengungkapkan kebenaran yang diinterpretasikan sebagai ‘ketelanjangan’ atau kejujuran dengan tidak menutupi menutupi atau mengaburkan keharmonisan yang terpancar dalam artikulasi.

Sadarkah kita bahwa persatuan dan kesatuan hanya dapat terjadi apabila ada beberapa atau banyak elemen yang berbeda. Bila tidak ada perbedaan, buat apa kita memupuk persatuan. Dan kondisi ini sungguh statis serta tidak manusiawi seperti yang dilakukan imperialis saat memangkas keperbedaan demi mewujudkan hagemoni dirinya.

Dalam peradaban manusia, pergesekan sering terjadi dalam usaha artikulasi keberagaman masyarakat ini. Imperialisme menerapkan konsep artikulasi ini dengan cara yang kasar serta tidak manusiawi dan tindakan ini dilakukan berdasarkan motif kekuasaan dengan segala konsep ‘kebenaran’ yang mereka pahami. Imperialisme NAZI saat melakukan pembantaian (holocaust) kaum Yahudi merupakan contohnya. Dengan berjalan di atas konsep ‘kebenaran’ bahwa ras aria adalah ras terunggul, maka NAZI merasa perlu melakukan ‘pemurnian’ dengan membantai kaum Yahudi. Tetapi, artikulasi yang baik juga dapat terjadi saat Mahatma Gandhi berusaha mempersatukan masyarakat India dalam menentang penjajahan Inggris. Dalam tindakannya, Mahatma Gandhi menanamkan konsep penyatuan dengan mencintai tanah air agar masyarakat India yang terdiri dari beragam ras, agama dan kasta dapat bersatu membebaskan diri dari kapitalisme penjajah.

Bagaimana dengan bangsa kita? Keberagaman di negara kita telah tercermin dalam peradaban sejak dahulu kala. Sebagai contoh kecil adalah kebudayaan masyarakat betawi yang mengandung elemen-elemen dari berbagai etnis seperti etnis pribumi, melayu, Arab maupun Tionghoa. Bhineka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang NKRI menunjukkan bahwa kesadaran mengenai keberagaman ini sesungguhnya sudah mendarah daging sejak lama. Hingga saat ini pun, keberagaman ini tidak dapat dielakkan karena kondisi dialogis antara elemen ini sudah sangat mengakar.

Meskipun begitu, mengapa saat ini muncul bibit-bibit ketakutan mengenai keberadaan masyarakat yang beragam ini. Bibit-bibit ketakutan ini dapat diidentifikasi dengan menjamurnya partai-partai politik yang mengusung ideologis atau semangat keagamaan tertentu. Sebenarnya ini bisa dipandang sebagai sebuah keprihatinan tatkala masyarakat mulai meragunakan konsep nasionalisme dalam ke-Bhineka Tungal Ika-an. Atau masyarakat mulai mencari-cari konsep baru ? kita juga dapat menyimak di media massa mengenai kelompok-kelompok yang berusaha menanamkan ideologi mereka ke masyarakat secara politis maupun melalui intimidasi kekerasan dan pihak pemerintah terlihat tidak dapat berbuat apa-apa. Apakah ini salah satu bentuk imperialisme baru selain imperialisme kapitalis ekonomi?

Pada akhirnya, bangsa diuji untuk lebih mendalami makna persaudaraan di tengah keberagaman ini dan tampaknya hati nurani masyarakat mulai berbicara. Masyarakat mulai menolak tindakan-tindakan represif dalam penanaman ideologi kelompok tertentu. Tampaknya proses yang menyakitkan harus dijalani agar bangsa ini dapat memahami petuah para manusia bijak dalam mambangun keharmonisan.

Penulis teringat dengan kejadian mengharukan saat Kebaktian Natal Korpri yang diadakan kira-kira tahun 2003 yang lalu saat kelompok Syalawat menyanyikan lagu Havanagilla dan Syallom Alecheim. Sangat bahagia saat kita duduk bersama dan memahami bahwa keberagaman hadir untuk dinikmati dalam keharmonisan. Mungkin ini yang dimaksud dengan hidup dalam Perdamaian dan Kasih.