Home > LABORATORIUM > TEMA PENELITIAN SKRIPSI

TEMA PENELITIAN SKRIPSI

Penelitian yang saya jalani berada di bawah payung perancangan kota dengan topik pokok seputar permasalahan mengenai ruang publik. Ruang publik sebagai manifestasi dari ruang luar menjadi penting karena mengartikulasikan ruang dengan kemajemukan fungsi, karakteristik dan tuntutan akan peranannya sebagai wadah aktivitas.

Ruang Publik sebagai pokok permasalahan dikembangkan menjadi beberapa tema penelitian dengan uraian sebagai berikut :

1. Making the community.
Tema ini membahas mengenai peranan ruang publik sebagai salah satu komponen yang berperan dalam membentuk struktur sosial dalam suatu komunitas. Ruang publik yang responsif memungkinkan untuk terjadinya interaksi sosial yang pada akhirnya akan memberikan makna dan place attachment dalam suatu komunitas. Demokratis kemudian menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan sifat ruang memungkinkan adanya keterlibatan beragam pelaku membentuk interaksi dan modal sosial. Tema ini mewadahi kajian terkait peranan ruang publik dalam membentuk jejaring sosial (social network) salah satu pendekatan modal sosial (social capital network based approach) dan pemerataan pemanfaatan ruang dengan gender sebagai isu sentral.

2. Area vitality
Fungsi merupakan komponen yang menjelaskan bagaimana ruang menjadi aktif dan vital. Ruang publik yang aktif akan menghindari terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dan pada akhirnya dapat meningkatkan nilai sosial dan properti suatu kawasan. Land use dan morfologi menjadi kata kunci dalam menyelidiki aspek fungsionalisasi kawasan. Mixed land use telah lama dipercaya sebagai salah satu komponen fungsional yang berperan dalam mewujudkan vitalitas kawasan perkotaan sementara morfologi menjelaskan bagaimana ruang terintegrasi dan memberi kemudahan bagi pergerakan dan akses.

3. Enhancing the historical area
Tema ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana perwujudan ruang publik dan vitalitas kawasan berperan membentuk persepsi dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian kawasan bersejarah. Nilai sejarah dianggap sebagai komponen alamiah yang “given” dan kajian lebih dititikberatkan pada lingkup pengkajian aspek spasial dari kawasan. Perwujudan ruang publik dapat ditelusuri dengan mempelajari dimensi karakternya sementara vitalitas dapat dipelajari melalui pendekatan fungsional dan perilaki. Pendekatan persepsi dapat dipergunakan untuk mengeksplorasi ide dan sistem pemaknaan yang dimiliki pengunjung untuk menemukan place attachment yang mengikat responden terhadap ruang dan kawasan yang bernilai sejarah.

4. Spatial tradition.
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan tradisi. Kekayaan ini terwujud dalam ruang sebagai artefak yang dikelola mempergunakan seperangkat tata aturan adat yang lebih dikenal sebagai kearifan lokal. Kajian pada tema ini menekankan pemanfaatan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pola pemanfaatan ruang luar oleh komunitas tradisional dan seperangkat aturan adat yang mengaturnya. Tujuan utama dari kajian ini adalah menemukan pola dan struktur ruang serta pemanfaatannya untuk memperkaya pengetahuan akan kearifan ruang dalam pemanfaatan ruang.

5. Connecting the green open space.
Ruang terbuka hijau telah menjadi kebutuhan pokok pada komunitas perkotaan, dengan fungsi yang beragam, mulai dari fungsi ekologis, kesehatan, psikologis, estetika dan sosial. Permasalahan dalam pengadaan RTH kemudian menjadi semakin kompleks karena ruang ini harus diintegrasikan dalam struktur ruang kawasan yang juga memiliki permasalahan spesifik. Kajian ini mencoba memandang RTH sebagai bagian dari struktur dan pola ruang yang harus dikoneksikan dengan pola ruang di sekitarnya dalam radius jangkauan yang layak untuk dicapai dengan berjalan kaki. Pada akhirnya, pengadaan RTH tidak hanya sebatas penataan dan desain lansekap, tetapi juga penataan sarana dan prasarana yang mendukung kemudahan pencapaian.

Categories: LABORATORIUM Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*