Home > ARTIKEL, LABORATORIUM > GOOD PUBLIC SPACE INDEX, Teori dan Metode

GOOD PUBLIC SPACE INDEX, Teori dan Metode

ABSTRAK
Pengamatan dan analisis terhadap pengguna dan perilaku pengguna ruang luar dapat
dikembangkan sebagai salah pendekatan dalam kajian ruang publik terutama untuk menilai
respon pengguna ruang terhadap kualitas ruang publik. Carr et al (Carmona et al, 2003:13)
berpendapat bahwa ruang publik yang baik harus memiliki tiga nilai intrinsik yaitu
demokratis, bermakna dan responsif. Carmona et al (2003:124) dan Parkinson (2012:51)
menguraikan bahwa satu aspek penting dalam ruang publik yang demokratis adalah
tersedianya aksesibilitas yang baik. Dengan aksesibilitas yang baik, akan mendorong
pemanfaatan ruang publik oleh pengguna yang beragam. Keberagaman pengguna ini dapat
diukur dari keberagaman gender, usia dan beberapa karakteristik lainnya. Sebagai ruang
yang responsif, ruang publik harus dapat memberi kenyamanan dan keleluasaan bagai
pemanfaatan dan kegiatan yang beragam. Selain hadirnya aktivitas yang beragam (Shaftoe,
2008:140) intensitas pengguna dapat dipergunakan sebagai tolok ukur ruang publik yang
responsif. Pada akhirnya, keberadaan interaksi sosial melalui terbentuknya kelompok
pengguna ruang, intensifnya penggunaan ruang dan adanya aktivitas yang beragam dapat
menjelaskan bagaimana ruang publik bermakna bagi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Carmona, Heath, Oc Tanner, Tiesdell. 2003. Public places, urban spaces. Architectural
Press.
Carmona M., Magalhaes S., Hammond L. 2008. Public space, the management dimension,
Routledge, Taylor and Francis Group, London and New York.
Hariyadi dan Setiawan. 1995. Arsitektur lingkungan dan perilaku. Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.
Gehl J. 1987. Life between buildings. Van Nostrand Reinhold Company, New York.
Khan, Ajmal. Methodologi for assessing biodiversity.
Parkinson, John. 2012. Democracy and public space. Oxford University Press.
Mehta V. 2007. A toolkit for performance measures of public space. 43rd ISOCARP
Congress 2007
Shaftoe, Henry. 2008. Convivial urban spaces. Earthscan.
Stangor C. 2004. Social groups in action and interaction. Psychology Press, New York.
Zhang dan Lawson. 2009. Meeting and greeting, activities in public outdoor spaces. Urban
Design International Vol. 14, 4, 207–214, www.palgrave-journals.com/udi/

GOOD PUBLIC SPACE INDEX, Teori dan Metode
GOOD PUBLIC SPACE INDEX, contoh worksheet

Categories: ARTIKEL, LABORATORIUM Tags:
  1. Eko Maha
    November 12th, 2013 at 09:49 | #1

    Terima kasih pak telah mengenalkan teori ini.Bisa dikatakan bahwa alat ini adalah alat untuk mngukur kberhasilan suatu ruang publik, begitu kah pak? Tpi jika dilihat dari 3 intrinsik tersbut spertinya sulit untuk menerjemahkannya.dan apakah dari alat ini bsa menentukan strategi?
    Bukankah jika melihat ruang publik itu ramai dikunjungi sudah bisa dikatakan berhasil? Contohnya alun-alun Kota Batu.

    • November 15th, 2013 at 20:05 | #2

      Benar, bisa dikatakan metode ini dapat dipergunakan untuk mengukur keberhasilan ruang publik. Metode ini berangkat dari pendekatan perilaku (behaviour) yang dipergunakan karena salah satu tujuan utama dari ruang publik adalah membentuk komunitas dan lingkungan dengan integritas sosial yang tinggi. Metode ini tidak hanya mengukur “keramaian”, tapi juga beberapa hal penting lainnya terkait sifat publicity ruang publik, yaitu keberagaman kegiatan, pengguna, dan lain sebagainya yang diintegrasikan menjadi satu indikator yang disebut good public space index.

      Sayangnya, metode ini hanya sebatas untuk evaluasi. Masih perlu didukung oleh metode lain untuk dapat mengeluarkan strategi.

      Terima kasih sudah mengunjungi blog ini dan berdiskusi.

  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*