Home > STUDIO > UDS – BAHAN KULIAH

UDS – BAHAN KULIAH

Categories: STUDIO Tags:
  1. Fahmi Adi Setya Winarto
    November 2nd, 2012 at 22:03 | #1

    Selamat malam pak. saya mau bertanya tentang studi perancangan kota.

    di dalam Outline yang telah diberikan, terdapat sub bab mengenai Persepsi Kawasan. Apa yang dimaksud dengan persepsi kawasan tersebut pak ?

    Terima kasih :)

    • November 3rd, 2012 at 17:08 | #2

      “Persepsi Kawasan” mungkin lebih tepat dibahas dengan memuat mengenai bagaimana pendapat / pandangan masyarakat / warga / pengguna ruang publik terhadap elemen penataan yang kita analisis. Bahasan ini dapat dikembangkan dengan membahas persepsi sesuai unit analisisnya seperti IPA ataupun wawancara terstruktur yang diuraikan dengan mempergunakan tabel, narasi dan pie chart untuk membantu memberi penjelasan mengenai statistik persepsi.

  2. Fahmi Adi Setya Winarto
    November 3rd, 2012 at 21:55 | #3

    Apakah pembahasannya dibahas per masing-masing elemen penataan atau pembahasannya lebih mengarah langsung ke koridor pada lokasi studi pak ?
    karena sewaktu survey saya telah menanyakan hal tersebut kepada pengguna ruang dalam hal ini warga pada koridor tersebut. Namun hampir semua masyarakat mengatakan persepsi mereka hampir sama, yaitu permasalahan mengenai Macet.
    Apakah hal tersebut dapat dijadikan sebagai persepsi kawasan ? Jika iya perlukah melampirkan tabel dan diagram pada persepsi Macet tersebut ?

    • November 5th, 2012 at 09:50 | #4

      Idealnya, survey (kuisioner dan wawancara) dilaksanakan secara merata terkait semua elemen penataan. Meskipun begitu, permasalahan kemacetan (transportasi) bisa dikaitkan dengan elemen-elemen penataan ruang publik yang membutuhkan solusi perancangan kota. Dalam analisis, permasalahan kemacetan (dengan bantuan tinjauan teori atau kajian terdahulu) dapat dikaitkan dengan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki yang menjadi salah satu fokus RTBL. Penataan lingkungan yang baik (bangunan, dsb) tidak akan berhasil apabila pejalan kaki tidak nyaman dan pada akhirnya mengganggu vitalitas kegiatan (ekonomi, jasa dan budaya) masyarakat.

      Jadi, permasalahan kemacetan bisa dijadikan salah satu titik berangkat pembahasan persepsi kawasan. Penyajiannya bisa berbentuk narasi, tabel dan foto map mengenai permasalahan transportasi secara spesifik dan kaitannya dengan kenyamanan pejalan kaki. Jangan lupa, kenyamanan dan keamanan pejalan kaki tidak hanya terkait aspek fungsional (kemudahan menyeberang, kemudahan pencapaian, dsb) tapi juga terkait ekologis (kebersihan udara, dsb), estetika (keindahan visual/kemudahan mengamati keindahan lingkungan, perlindungan dari kebisingan, dsb) dan keamanan (perlindungan dari kriminal, perlindungan dari vandalisme kendaraan bermotor, dsb).

  3. Fahmi Adi Setya Winarto
    November 5th, 2012 at 22:43 | #5

    Oalah begitu ternyata . . .
    Jadi dengan mengambil satu persepsi masyarakat yang dalam hal ini dapat dikatakan sebagai salah satu permasalahan maka dapat dikaitkan terhadap elemen-elemen penataan yang lain.
    Saya sudah mengerti pak, terima kasih atas bantuannya :)

  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*