Home > STUDIO > RUANG PUBLIK SEBAGAI ELEMEN PERANCANGAN KOTA

RUANG PUBLIK SEBAGAI ELEMEN PERANCANGAN KOTA

Pembentukan ruang publik dapat dipandang sebagai transformasi antara ranah perencanaan dengan ranah perancangan lingkungan binaan. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam pembentukan ruang publik antara lain :
• Adanya fokus dalam pembentukan ruang yang berkualitas. Aspek kualitatif ini terwujud dari konsep-konsep abstrak seperti estetika, keramahan dan integritas sosial, psikologi lingkungan dan lain sebagainya.
• Perlu adanya perhatian pada pola aktivitas dan perilaku warga sebagai pengguna ruang.
• Pembentukan ruang publik memerlukan partisipasi masyarakat, baik dalam penentuan tingkat kebutuhan maupun dalam mekanisme pengadaannya. Hal ini terkait dengan keberadaan ruang publik yang bersinggungan secara langsung dengan aktivitas harian warga.
• Terkait dengan siklus ekologis. Pembentukan ruang publik memberi peluang pada pengadaan ruang terbuka yang berperan penting dalam pemeliharaan keseimbangan ekologis perkotaan.
Berikut ini beberapa bahan yang dapat dipelajari sebagai dasar dalam pembentukan ruang publik melalui perancangan lingkungan perkotaan.

PERANAN RUANG PUBLIK DALAM PERANCANGAN KOTA

Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan

PEDOMAN PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN _ PERMEN PU 5 2008

Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) di Kawasan Perkotaan

PEDOMAN UMUM RTBL _ permen PU 06 – 2007

URBAN DESIGN COMPENDIUM 01

URBAN DESIGN COMPENDIUM 02

Dalam pengembangan ruang publik sebagai bagian dari kegiatan perancangan lingkungan perkotaan, ada beberapa hal yang perlu dipelajari. Secara lengkap dapat disimak dalam e-book berikut ini

Public Space _ The Management Dimension

Categories: STUDIO Tags:
  1. Eko
    September 26th, 2012 at 13:01 | #1

    Selamat siang pak,
    mau bertanya soal sinkronisasi antar RTBL. kalau dilihat dari segi rancangannya apakah harus sama dengan RTBL lainnya ? contoh seperti Jika dalam kawasan X rancangan trotoarnya apakah harus sama dengan rancangan trotoar di kawasan Y? jika iya, berarti semua kelompok UDS nantinya harus menyamakan rancangannya ? (yang satu kota)

    • September 27th, 2012 at 08:23 | #2

      Terima kasih atas pertanyaannya.

      Dalam kasus studio seperti yang saat ini sedang dikerjakan, kita berasumsi bahwa produk RTBL hasil studio tidak dipergunakan oleh Pemda (murni simulasi studio) dimana setiap kelompok (meski berada di kota yg sama dan kawasan kajiannya bersebelahan) boleh mengembangkan konsep yang berbeda-beda, sehingga output rancangannya sudah pasti berbeda. Meskipun begitu mungkin penerapan konsep detailnya bisa disinkronkan dengan kawasan lainnya, sehingga dihasilkan desain yang senada (berbeda tetapi ada kesamaan pola, misalnya: motif pavingnya sama-sama berpola tumbuhan meski warna dan bentuknya bisa berbeda).

      Apabila ternyata kita menjalankan UDS juga sebagai kerjasama dengan Pemda (seperti yg saat ini dijalankan oleh Studio Transportasi), maka asumsi di atas bisa berubah. Bisa saja beberapa kelompok memiliki kesamaan pola desain sebab nanti produk RTBL nya akan benar-benar dipergunakan oleh Pemda. Dalam kasus ini, nanti akan didiskusikan lebih mendalam di dalam tim dosen pembimbing.

  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*